Kesehatan bahan pangan Organik

Sayur Organik Sayuran organik adalah sayuran yang dibudidayakan secara alami tanpa ada bantuan bahan kimia. Pupuk yang diberikan untuksayuran berasal dari pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, bukan pupuk kimia. Pembasmian hama juga tidak menggunakan pestisida dari bahan kimia. Sayuran yang sering dikosumsi oleh manusia, terkadangan tidak semuanya bagus untuk kesehatan, melainkan bisa juga menjadi penyebab penyakit, disini kita dapat belajar bagaimana caranya untuk mengetahui pengolahan sayura-sayuran yang bagus dan berkhasiat tinggi akan protein, sehingga tidak khawatir lagi dengan bahan-bahan sayuran yang dijual di pasaran.

Tanaman Hidroponik yang tersusun rapi, dantidak mengakibatkan polusi dan juga kotoran. Cara membudidayakan tanaman tanpa tanah sebagai media tanamannya melainkan air, cara budidaya hidroponik ini cocok untuk kondisi lahan yang kurang baik.

Salah satu budidaya perikanana dan pertanian modern, yang cara kerjanya memanfaatkan koto- ran dan sisa pakan ikan sebagai nutrisi tumbuhan, Proses ini   untuk memberikan nutrisi kepada tanaman, untuk menghasilkan tanaman yang bagus.

Keseharian tanamana juga harus dijaga, dan dicek, jikalau terdapat hama, ataupun kerusakan.

Prinsip mencangkok adalah menghalangi aliran makanan yang dimasak oleh daun turun ke bawah (ke bagian tanaman lainnya). Karena terhalang maka makanan tersebut akan berkonsentrasi ke bagian tanaman yang dicangkok seh- ingga akan tumbuh lebih cepat.

Petani sawah sangat berhati-hati dan telaten dalam menanam padi untuk meng- hasilkan padi yang berkualitas tinggi.

Dengan mengontrol dan memperhatikan mesin bu- didaya akan membantu dalam proses pertumbuhan sayuran yang bagus

Banyak cara untuk menanam sayuran pada saat ini, tidak perlu lagi lahan yang luas, cukup dengan bah- an-bahan bekas bisa membuat tanaman yang bagus.

Salah satu jenis sistem hidroponik yang prinsipnya berada pada sirku- lasi dan efesiensi penggunaan air. Air dialirkan dari tandon ke media tanam secara terus-menerus, sistem ini digunakan untuk tanaman mendapatkan nutrisi yang tepat      dengan cara sirkulasi air secara perio- dik sesuai kebutuhan.

Sangat penting untuk mengetahui tanah seperti- apa yang akan digunakan untuk bercocok tanam.

Yakon adalah tanaman yang mengandung Insu- lin yang berkhasiat untuk mengobati diabetes.

Pestisida, tingak lain adalah pembasmi hama dan virus bagi tanaman.

Selain tanaman harus dirawat dengan baik, tidak lepas pula dengan bungkusnya yang harus higienis.

Salah satu upaya untuk menanam sayur yang bagus dan mudah untuk mengontrolnya, ialah membuat taman di atap rumah.

Bayu Aria Widi Kristanto seniman batik MODERN HOKO_SERIES

Bayu Aria Widi Kristanto yang kerap di panggil Bayu Aria lahir di Lampung, 07 Mei 1981 merupakan seniman batik sukses lulusan ISI. Motif batik saat ini telah berkembang ke berbagai jenis. Salah satu motif yang unik adalah Hoko_Series. Hoko_Series ciptaan Bayu Aria  pegiat batik asli Yogyakarta, Bayu Aria juga selain menjadi seniman batik yang sukses  juga mengajar Dosen di Institut Seni Indonesia. Bayu Aria Kristanto yang kerap di panggil Bayu Aria lahir di Lampung, 07 Mei 1981 merupakan seniman batik sukses lulusan ISI. Motif batik saat ini telah berkembang ke berbagai jenis. Salah satu motif yang unik adalah Hoko_Series. Hoko_Series ciptaan Bayu Aria  pegiat batik asli Yogyakarta, Bayu Aria juga selain menjadi seniman batik yang sukses  juga mengajar Dosen di Institut Seni Indonesia, Kami ingin mengenalkan beberapa batik  hasil karya  beliau dan  ikut serta mengenalkan Batik sebagai  karya seni Nusantara yang  patut kita lestarikan.

Ini adalah sosok tokoh Bayu Aria Widi Kristanto Seniman muda sukses dan juga berprestasi dalam segi  akademis.

Beliau selalu memiliki ciri khas yang berbeda untuk batiknya menyerupai lukisan-lukisan Jepang.

Proses pencantingan ini  pak Bayu kerap turun tangan untuk mencanting batiknya, tapi ada pula yang di serahkan kepada karyawan atau warga yang ada disekitar studio hotwax.

Kegiatan Pekerja di Studio Hotwax sehari harinya, Ini suasana di Studio Hotwax milik Pak Bayu yang beralamat di jalan Bangen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Keseharian Pak Bayu di studio adalah memantau batik-batik yang sedang diproses, jika selesai memantau biasanya Pak Bayu bersantai di Pendopo.

Pada umunya para pembantik  menyeketsa karyanya menggunakan meja khusus untuk memudahkan membuat sketsa, namun pak Bayu  lebih nyaman membuat sketsa diatas lantai, keunikan ini menjadi nilai plus tersendiri untuk pak bayu.

Dalam memilih kain untuk  dijadikan batik, biasanya Pak Bayu belanja kain sutra sendiri agar dapat memastikan kualitas kain yang diproduksinya bagus.

Keindahan Batik Hoko dan Sogan karya batik dari Pak Bayu ini, kami melakukan sedikit improvisasi, dengan memadukannya dengan seorang model, yang sangat berkarakter, dan hasilnya sangatlah indah.

Pak Bayu mengajar perkuliahan di  jurusan Batik Fashion hanya pada hari kamis saja, beliau mengajar mata kuliah seni batik tradisional 2. Para siswa Batik Tradisional 2 yang sedang menyimak penjelasan dari Pak Bayu dengan saksama.

Di balik kesuksesannya menjadi seniman batik, beliau pun menjadi Dosen di ISI Yogyakarta. Beliau bercerita tentang  pengalamannya menjadi Dosen Honorer di ISI Yogyakarta. Dan prestasi beliau dari bidang kriya tekstil ini.

Selain menjadi seorang seniman batik, Pak Bayu sangat senang dan hobi dengan mobil sport berkecepatan tinggi, mobil yang beliau miliki ialah BMW Z5 2015. Beliau sangat menyukai produk yang dihasilkan negara Jepang dan Jerman, entah itu dari hasil budaya ataupun teknologi yang negara tersebut hasilkan. Contohnya dari salah satu produk dari Jerman, yaitu BMW Z5 2015 milik Pak Bayu, sering memberikan ide kreatif baginya.   

Pak Bayu sangat  senang bermain dengan anak anaknya, disela-sela kesibukannya belaiu selalu menyempatkan untuk bermain dan bercanda dengan  anak anaknya. Istri Fitri Hafifah, anak pertama Bagaskara Aria, anak kedua Vidya Aria, anak ketiga Janettrea Aria.

Dirumah itulah Pak Bayu tinggal bersama istri dan anak anaknya, rumah dengan suasana yang tenang dan asri yang beralamat di jalan Bangen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Eksplorasi Budaya dan Alam Kampung Naga

Pengambilan tema ini  bertujuan untuk  memberikan informasi bahwa, karena jaman yang  maju ini kebanyakan wilayah sudah berubah lebih modern namun ada beberapa wilayah yang masih memegang erat adat dan budaya seperti Kampung Naga  yang masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut.

Kampung Naga terletak diberada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jaw Barat. Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Asal usul kampung adat ini tidak begitu jelas. Tidak diketahui dengan terang kapan, siapa yang mendirikan serta bagaimana kampung ini berdiri, dikarenakan manuskrip manuskrip peninggalan leluhur yang bisa menceritakan sejarah kampung terbakar pada tahun 1956.

pengambilan Gambar dilakukan tanggal 07/04/2019 sampai 07/04/2019

oleh : Pinkky Nurcahyaningrum & Amino Birahmatillah

Untuk menuju kampung kita harus menuruni 440 anak tangga (sunda: sengked) yang sudah ditembok sampai ke tepi sungai Ciwulan sejauh 500 meter dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Kelangsungan hidupnya masyarakat kampung memiliki sumber mata pencaharian dari pertanian sawah dan ladang.

Menumbuk padi di Saung Lisung yang menjadi rutinitas warga kampung naga ketika stok beras dirumah sudah menipis.

Untuk menuju kampung, kita harus menuruni 440 anak tangga (sunda: sengked) yang sudah ditembok sampai ke tepi sungai Ciwulan sejauh 500 meter dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Dan warga kampung naga setiap harinya harus naik turun untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.

Selain bertani, masyarakat Kampung Naga membuat kerajinan tangan dari bahan bahan alam yang ada di  Kampung Naga  untuk menambah pemasukannya.

Penduduk Kampung Naga juga membuat kerajinan anyam-anyaman dari akar-akar dan bambu untuk dijual, seperti galo (centong nasi), dulang (tempat nasi), cerelek (gelas bahan bambu), pincuk, tampah, dan lainnya.

Masyarakat Kampung Naga  mengisi waktu senggang setelah selesai melakukan aktivitas sehari yaitu berkumpul dengaan tetangga sembari mengasuh anak anaknya yang  masih kecil.

Abah Ma’un adalah kokolot dan arsitek di Kampung Naga, beliau yang menjaga Bumi Ageng. Kesehariannya selain merawat Bumi Ageng juga membuat kerajinan dan alat tukang untuk beliau jual. Dia bahkan kerap mendapat order pembuatan dulang (alat penumbuk) dari bahan kayu keras.

Salah satu ciri khas dari masyarakat penduduk Kampung Naga dari sudut pandang sandangnya, yaitu Ikat, sebuah penutup kepala yang digunakan penduduk Kampung Naga bagi para lelaki untuk kegiatan kesehariannya .

Salah satu mainan dan sekaligus alat musik khas Kampung Naga ialah Karinding yaitu alat musik dan mainan yang menghasilkan suara dengan cara menjepitkan kedua sisi bibir ke alat tersebut, dan menjentikkan jari pada ujung alat tersebut, sehingga menghasilkan suara yang merdu.

Pada bagian dapur pun tak lepas dari budaya Kampung Naga. Dari fungsi pintu dan lantai dapur yang terbuat dari anyaman bambu ini pun menyimpan keunikan tesendiri, dan lantai dapur tersebut disebut Palupuh.

Penduduk Kampung Naga memiliki salah satu ciri khas unik untuk pemandiannya, yaitu kamar mandi yang berada di luar rumah para penduduk, yang tempatnya berada di luar pagar alam Kampung Naga. Mau wanita, anak-anak, ataupun lelaki semuanya sama tempat kamar mandinya di luar.

Air di Kampung Naga sangat melimpah, masyarakatnya pun ketika sudah memasuki musim kemarau tidak pernah kesulitan air, sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut.

Suatu kepercayaan para penduduk Kampung Naga akan sebuah benda yang membawa keberkahan dan tolak bala bagi mereka, yaitu  Salen jimat berkah ditempatkan di pintu belakang rumah yang bentuknya kupat salamet dibuat menyerupai ketupat, terbuat dari daun darangdang, pariang, palias, sariang, tangtang angin yang biasanya akan diperbarui setiap satu tahun sekali pada tanggal  1 Muharram.

Hal yang unik dari khas penduduk Kampung Naga ialah, cara mengeram seekor ayam betina yang ditempatkan di dalam bakul anyaman, yang diletakkan di dinding depan rumah para penduduk, dengan jarak ketinggian dari tanah dan tempat pengeraman yang lumayan tinggi.

Detail dari atap perumahan penduduk Kampung Naga, atap untuk rumah ini mampu bertahan selama 30 tahun. Atap tersebut disebut Ijuk dan memiliki lapisan dalam yang disebut Kerepes dan para penduduk memiliki gudang atap rumah Ijuk.

Susunan rumah penduduk Kampung Naga yang sangat rapih, ternyata memiliki sudut yang khas, yaitu rumah bagian belakang yang menghadap ke barat, dan rumah bagian depan yang menghadap ke timur.

Untuk melindungi kelestarian Kampung Naga, pemangku adat Kampung Naga membuat pagar pembatas secara ganda, untuk membedakan dari wilayah kampung lainnya. Batas alam sisi barat ialah bukit, sisi timur ialah Kali Ciwulan, di sisi selatan ialah parit kecil, dan sisi utara ialah parit kecil.

Bagi masyarakat Kampung Naga, istilah pamali, tabu atau pantangan memang sebuah kewajiban yang merupakan hukum tak tertulis yang wajib ditaati masyarakat. Termasuk soal menjaga kelestarian leuweung/ hutan larangan ini.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started